Thursday, 11 December 2008

FREE WEST PAPUA CAMPAIGN INGGRIS (FWPC) ANCAM INTEGRITAS NKRI

Akhirnya Pemerintah Indonesia mengakui perjuangan FREE WEST PAPUA CAMPAIGN INGGRIS yang dipimpin oleh Tuan Benny Wenda dan dinakhodai Co-director Free West Papua Campaign, Tuan Richard Samuelson. Pengakuan ini bukan datang dari orang biasa-biasa yang tidak tahu-menahu tentang Politik Luar Negeri tetapi dari seorang diplomat sangat senior dan berpengalaman dalam diplomasi Indonesia di luar negeri. Orang tersebut adalah Mr Dewa Made Juniarta Sastrawan, seorang Diplomat Senior Indonesia, mantan Wakil Duta Besar Indonesia untuk Inggris dan pernah menjabat pelaksana Pejabat Duta Besar Inggris di London ketika Dr Marty Natalegawa dipindahkan dari London ke New York (akhir 2006 dan awal tahun 2007). Berikut ini simak kata-kata Mr Dewa Made Juniarta Sastrawan yang dipublikasikan Harian Republika dan Harian Umum PELITA.

Deplu: FWPC di Inggris Ancam Integritas NKRI

By Republika ContributorRabu, 10 Desember 2008 pukul 21:01:00


SUNGAILIAT -- Direktur Eropa Barat Departemen Luar Negeri, Dewa Made Juniarta Sastrawan, mengemukakan, manuver gerakan separatis Papua di Inggris yang disponsori 'Free West Papua Campaign' atau (FWPC) merupakan ancaman terbesar bagi integritas Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)."Gerakan separatis FWPC aktif berkampanye dan menggalang kekuatan internasional bagi kemerdekaan Papua dengan mendiskreditkan Pemerintah Indonesia ," ujarnya ketika berbicara dalam Seminar Pengembangan Upaya Peningkatan Diplomasi Indonesia Dalam Menangani Perkembangan Isu Papua di Luar Negeri, di Sungailiat, Rabu.

Ia menjelaskan, dinamika masalah Papua di Inggris selama tiga tahun terakhir makin membahayakan. Kampanye negatif yang diotaki 'Free West Papua Campaign (FWPC) bukan hanya di Inggris, tetapi sudah meluas hingga ke negara-negara Eropa Barat lainnya seperti Belanda."Tema sentral kampanye FWPC yang dipimpin oleh Richard Samuaelson dan Benny Wenda adalah masalah pembebasan Yusak Pakage dan Filipe Karma yang dipenjarakan terkait pengibaran bendera separatis Bintang Kejora ." jelasnya.

FWPC secara rutin mengadakan kampanye menggunakan musik Tifa dan lagu-lagu Papua yang disiarkan radio BBC London dan kampanye di berbagai tempat lainnya terutama di wilayah 'Oxfrodshire'.Tujuan dari gerakan separatis Papua di luar negeri adalah untuk memperoleh dukungan politik dari negara setempat yang kemudian di arahkan ke dunia internasional, guna mencapai tujuannya memisahkan Papua dari NKRI atau penetuan nasib sendiri (Self Determination) untuk memancing respon PBB.

Isu tambahan yang mereka angkat adalah masalah HAM dan situasi sosial ekonomi masyarakat di wilayah Papua. Isu HAM yang selalu mereka angkat antara lain tertembaknya Opinus Tabuni di Wamena 9 Agustus 2008.Masalah lain yang diangkat adalah penyiksaan terhadap Ferdinand Pakage di Lembaga Pemasyarakatan Abepura 24 Septerber 2008 serta penangkapan terhadap Buchtar Tabuni 3 Desember 2008.

Masalah sosial ekonomi juga selalu dikaitkan dengan kegagalan kebijakan otonomi khusus seperti penyakit kolera dan HIV/AIDS, pedidikan dan lingkungan hidup juga mereka sorot sebagai ketidak adilan yang dialami oleh warga negara Indonesia yang tinggal di Papua.

Richard samuelson sangat aktif mengirim email kepada anggota parlemen Inggris, pejabat kementerian dan tokoh masyarakat yang ditembuskan kepada para pejabat KBRI London.Menurut Made, kampanye yang dilakukan Richard samuelson hingga pertengahan tahun 2008 belum mendapatkan simpati sesuai harapannya namun harus tetap diwaspadai.

FWPC juga memanfaatkan All Party Parliamentary Group on West Papua (APPG-WP) adalah suatu lembaga formal dalam parlemen Inggris untuk menampung para anggota parlemen dan House Of Lord UK yang tertarik untuk mengetahui dan membahas berbagai perkembangan Papua.Dalam hal ini disarankan kepada masyarakat dan pemerinta Indonesia untuk selalu mewaspadai dan mencermati kampanye FWPC terhadap perkembangan di wilayah Papua," demikian Made.ant/kp

Sumber: http://republika.co.id/berita/19435.html dan
http://www.hupelita.com/baca.php?id=60711


CATATAN TAMBAHAN: Apa yang dikomentari Mr Dewa Made Juniarta Sastrawan ini semuanya telah diceritakan secara detail lewat foto-foto yang ada dalam WARTA PAPUA MERDEKA DALAM GAMBAR ini . Silahkan klik dan lihat satu-satu. Foto-foto ini merupakan SAKSI SEJARAH perjuangan Bangsa Papua Barat di dunia internasional (khususnya di Inggris) yang menceritakan secara lengkap bahkan lebih lengkap dari pengakuan dan komentar Pak Made tentang perjuangan Free West Papua Campaign yang dipimpin oleh Pemimpin Papua Merdeka, Tuan Benny Wenda.

Saturday, 6 December 2008

PEMIMPIN PAPUA MERDEKA MENYERAHKAN PETISI DAN DEKLARASI PAPUA BARAT KEPADA PERDANA MENTRI INGGRIS Rt Hon Gordon Brown MP Tanggal 1 Desember 2008














BENDERA BANGSA PAPUA BARAT BERKIBAR SELAMA 4 (EMPAT) HARI BERTURUT-TURUT DI JANTUNG KOTA OXFORD - ENGLAND





























Satu-satunya Kantor Walikota di atas planet ini (selain negara Vanuatu) yang bisa menaikan bendera nasional Bangsa Papua Barat secara resmi pada hari nasional bangsa Papua Barat tanggal 1 Desember adalah Kantor Walikota Oxford (Oxford Townhall). Walikota Oxford dan seluruh jajarannya telah mengakui Papua Barat sebagai satu bangsa yang sama dengan bangsa-bangsa lain diatas muka bumi ini. Wujud dari pengakuan ini maka pada tahun 2005 telah dikeluarkan sebuah resolusi tentang pengibaran Bendera bangsa Papua Barat di Gedung Walikota Oxford setiap tanggal 1 Desember dari tahun berjalan. Sejak tahun 2005 sampai saat ini bendera bangsa Papua Barat telah berkibar setiap tanggal 1 Desember selama 4 tahun berturut-turut. Dan sejak tahun lalu Pemerintah Kota Oxford telah memutuskan memperpanjang pengibaran bendera kebangsaan Papua Barat dari satu hari menjadi 4 hari berturut-turut. Pada tahun ini bendera bangsa Papua Barat berkibar mulai sejak tanggal 1 Desember sampai dengan 5 Desember 2008.

Sungguh merupakan sebuah kebanggaan bagi setiap anak bangsa yang dapat menyaksikan secara langsung bendera bangsanya berkibar dengan megahnya di sebuah kota terkenal diatas planet bumi ini. Oxford city, siapakah yang tak mengenal kota ini? Benarlah kata pemimpin Papua Merdeka, Tuan Benny Wenda bahwa Oxford adalah kampung halaman kedua bangsa Papua Barat di Inggris.

DEMONSTRASI PENDUKUNG PAPUA MERDEKA DI INGGRIS DI DEPAN KEDUTAAN BESAR INDONESIA DI LONDON TANGGAL 1 DESEMBER 2008













































Pada tanggal 1 Desember 2008 bertepatan dengan perayaan Hari Nasional Bangsa Papua Barat, di depan Kedutaan Besar Republik Indonesia di London berkumpul simpatisan dan para pendukung Kemerdekaan Papua Barat. Tujuan dari diadakannya demonstrasin ini adalah untuk mengingatkan pemerintah dan bangsa Indonesia atas keberadaaannya yang illegal di atas Tanah Papua Barat dan memimta Pemerintah Indonesia Indonesia untuk segera membuka ruang demokrasi di Papua Barat agar bangsa dan rakyat Papua Barat dapat menentukan secara bebas dan damai masa depan mereka sendiri. Para pendukung dan simpatisan Papua Merdeka di Inggris Raya bertekad akan terus melakukan demosntrasi semcam ini setiap bulan sampai Papua Barat memperoleh kembali Kemerdekaannya. Demonstrasi ini merupakan demoonstrasi terakhir yang menutup demonstrasi bulanan tahun 2008 di depan KBRI London.

Friday, 5 December 2008

DEKLARASI PAPUA BARAT DILUNCURKAN DI GEDUNG PARLEMEN INGGRIS PORTCULLIS HOUSE OLEH INTERNATIONAL PARLIAMENTARIANS FOR WEST PAPUA TGL 1 DESEMBER 2008













Gedung Portcullis House di London tempat ditandatanganinya
Deklarasi Papua Barat tanggal 1 Desember 2008

Bertempat di Gedung Parlemen Inggris Gedung Port Cullis House Room O pada Hari Senin tanggal 1 Desember 2008 tepat pukul 12.00 waktu London, Tuan Andrew Smith MP, Ketua All Party Parliamentary Group on West Papua dan pencetus International Parliamentarians for West Papua meluncurkan Deklarasi Papua Barat secara resmi di Gedung Parlemen Inggris. Peluncuran Deklarasi Papua Barat ini disaksikan langsung oleh Pemimpin Papua Merdeka di Kerajaan Inggris Raya, Tuan Benny Wenda yang didampingi Lord Harries of Pentregarth. Deklarasi Bangsa Papua Barat secara resmi diluncurkan dengan penandatanganan naskah deklarasi oleh anggota-anggota parlemen Inggris, para simpatisan pendukung berat Papua Merdeka di Inggris dan seluruh masyarakat Papua Barat yang bermukim di wilayah Inggris.


Isi Deklarasi sebagai berikut:

DEKLARASI PAPUA BARAT

Kami yang bertandatangan dibawah ini mengakui hak mutlak menentukan nasib sendiri penduduk asli Papua Barat yang telah dilanggar pada Penentuan Nasib Sendiri tahun 1969, dan kami meminta pemerintah-pemerintah kami melalui Perserikatan Bangsa Bangsa untuk menyiapkan hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaan secara bebas hak tersebut sehingga penduduk asli Papua Barat dapat memutuskan secara demokratis masa depan mereka sendiri berdasarkan aturan-aturan standar internasional hak-hak asasi manusia, prinsip-prinsip hukum internasional dan piagam Perserikatan Bangsa Bangsa.

Ditandatangani di London oleh anggota-anggota parlemen Inggris, Pemimpin Papua Merdeka, simpatisan dan pendukung Papua Merdeka serta rakyat Papua Barat di Inggris. Pada saat penandatanganan dilakukan Tuan Wenda membacakan nama-nama tokoh-tokoh adat, agama, pemuda, pejuang dan seluruh masyarakat dari seluruh pelosok Tanah Papua mulai dari gunung, lembah, sungai sampai ke pantai dan pulau diseluruh tanah dan laut Papua Barat yang juga telah mengirimkan tandatangan mereka mendukung acara peluncuran deklarasi Papua Barat pada tanggal 1 Desember 2008.

LONG MARCH FOR JUSTICE MEMPERINGATI HARI NASIONAL BANGSA PAPUA BARAT TGL 1 DESEMBER 2008 DI LONDON OLEH PARA PENDUKUNG DAN SIMPATISAN PAPUA MERDEKA